Rupiah Melemah, Perajin Patung Mojokerto Justru Raup Untung dari Ekspor

Medcom • 08 Juni 2026 11:36
Mojokerto: Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak selalu berdampak negatif bagi dunia usaha. Di Kecamatan Trawulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, para perajin patung justru merasakan manfaat dari kondisi tersebut melalui meningkatnya pendapatan dari pasar ekspor.

Selama ini, produk kerajinan berbahan batu dan cor semen yang dibuat para perajin Trawulan telah dipasarkan ke berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Australia, dan sejumlah negara di Eropa. Karena transaksi dilakukan menggunakan dolar AS, nilai pembayaran yang diterima menjadi lebih besar saat dikonversi ke rupiah, sehingga memberikan tambahan keuntungan bagi pelaku usaha.

Selain memperoleh manfaat dari selisih kurs, para perajin juga merasakan meningkatnya daya saing produk di pasar internasional. Harga patung buatan Mojokerto menjadi relatif lebih terjangkau bagi pembeli mancanegara, yang berdampak pada bertambahnya pesanan ekspor. Beragam produk, mulai dari patung etnik, relief taman, hingga ornamen bernuansa klasik, terus diproduksi untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri.

Meski demikian, para perajin tetap mewaspadai potensi kenaikan harga bahan baku impor yang dapat memengaruhi biaya produksi di masa mendatang. Untuk saat ini, mereka memilih fokus menjaga kualitas produk dan menyelesaikan pesanan yang terus berdatangan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar ekspor dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperluas jangkauan bisnis ke pasar global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News


(MUM)

Medcom Nasional