Untuk memudahkan mobilitas, sejumlah alat musik dibawa menggunakan gerobak dorong. Gendang diletakkan di atas gerobak, sementara gong dipikul oleh dua orang, dan alat musik lainnya dibawa sambil ditabuh sepanjang perjalanan.
Para pemuda mulai berkeliling sejak pukul 02.00 hingga 03.30 WIB. Suara gamelan yang ditabuh menjadi penanda waktu sahur bagi warga setempat.
Tradisi gugah sahur dengan gamelan ini telah berlangsung belasan tahun. Warga mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut karena dapat mengingatkan waktu santap sahur selama Ramadan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)