Lapak tersebut mencuri perhatian karena menyajikan delapan panci besar berisi aneka kolak dengan isian terpisah. Tidak seperti kolak pada umumnya yang sudah dicampur, pembeli bisa memilih sendiri varian favoritnya, mulai dari kolak pisang, ubi, labu, singkong, hingga biji salak dan pacar Cina. Pemandangan deretan panci besar yang mengepul hangat itu pun menjadi daya tarik tersendiri.
Sang pedagang mengaku dalam sehari mampu menjual sekitar 400 porsi, yang biasanya sudah habis sebelum pukul 17.00 WIB. Untuk memenuhi permintaan, ia bisa menghabiskan hingga 100 kilogram ubi, 70 kilogram singkong, serta puluhan kilogram bahan lainnya. Menariknya, lapak kolak ini hanya hadir setahun sekali saat Ramadan, sehingga tak heran jika banyak pelanggan setia rela datang lebih awal demi kebagian kolak.
Salah satu pembeli, Aca, mengaku sudah berlangganan sejak 2012. Ia memilih kolak tersebut karena rasanya yang manis dan pas untuk berbuka, dengan harga Rp20 ribu per porsi yang dinilai terjangkau dan cukup untuk dinikmati bersama. Bagi warga yang penasaran ingin mencicipi kolak viral ini, lapak tersebut dapat ditemukan di Jalan Mangga Besar, tepatnya di dekat Stasiun Mangga Besar, setiap sore selama bulan Ramadan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)