Jakarta: Di tengah kawasan Kemang, Jakarta Selatan, yang identik dengan pusat perbelanjaan dan gaya hidup modern, terdapat Warung Tembok Bolong yang menjadi alternatif makan hemat bagi para pekerja. Berada di balik dinding dengan lubang berukuran sekitar 30 x 30 sentimeter, warung sederhana ini menawarkan beragam pilihan makanan dengan harga terjangkau.
Cara bertransaksi di warung ini cukup unik. Pembeli datang dari sisi luar tembok, memilih menu, kemudian menerima pesanan melalui lubang kecil di dinding. Pilihan makanannya beragam, mulai dari nasi dengan lauk-pauk hingga gorengan dan camilan. Salah satu pedagang, Lena, mengaku telah menjalankan usaha tersebut sejak sebelum pusat perbelanjaan di kawasan itu berdiri. Ia mengatakan jumlah pembeli kini cenderung sepi, meski masih ada peningkatan pada hari-hari tertentu.
Pelanggan Warung Tembok Bolong berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pekerja bangunan, karyawan pusat perbelanjaan, pengemudi, hingga masyarakat umum. Bagi pembeli, harga yang terjangkau menjadi salah satu alasan untuk makan di sana. Salah satunya Izi, yang baru pertama kali mencoba warung tersebut. Ia membeli makanan berisi ayam, telur, dan sayur dengan harga Rp25 ribu.
Meski sederhana dan tidak memiliki ruang makan seperti restoran di dalam pusat perbelanjaan, Warung Tembok Bolong tetap menjadi sumber penghasilan bagi para pedagang sekaligus pilihan bagi pekerja yang ingin menghemat pengeluaran harian. Keberadaan warung ini menunjukkan bagaimana usaha kecil tetap berupaya bertahan dengan menyediakan makanan terjangkau di tengah kawasan komersial Jakarta Selatan.
(MUM)