Lansia di Bantul Kembali Belajar Membaca dan Menulis, Tetap Aktif di Usia Senja

Ahmad Mumtaz Albika Musyarrif • 19 Oktober 2026 10:35
Bantul: Di tengah perhatian terhadap bonus demografi, kelompok lanjut usia tetap membutuhkan ruang untuk belajar dan berkembang. Hal itu terlihat dari kegiatan para lansia di Layanan Lansia Terintegrasi Rasa Sayang, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang kembali belajar membaca dan menulis meski telah memasuki usia senja.

Tak hanya belajar mengenal alfabet dan berlatih menulis, para peserta juga mengikuti beragam kegiatan, mulai dari senam, menari, bermain angklung, hingga karawitan. Pembelajaran membaca dan menulis dilakukan secara sederhana, salah satunya agar peserta mampu menuliskan nama sendiri saat mengisi daftar kehadiran. Untuk menunjang keikutsertaan mereka, pengelola juga menyediakan layanan antar jemput bagi lansia yang mengalami kendala mobilitas.

Kegiatan tersebut disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan para peserta. Pengelola membagi layanan ke dalam dua kelompok, yakni lansia yang masih aktif dan mandiri serta lansia yang mulai membutuhkan alat bantu, tetapi masih mampu beraktivitas dan melakukan perjalanan sederhana. Meski menghadapi tantangan dalam mobilitas dan proses pembelajaran, para peserta tetap menunjukkan antusiasme, termasuk saat mempelajari seni karawitan dari dasar.

Bagi sebagian peserta, kegiatan ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga kesempatan untuk bersosialisasi dan mengatasi rasa kesepian di rumah. Mereka dapat menemukan kesibukan baru, mempelajari keterampilan yang sebelumnya belum dikuasai, serta menjalin interaksi dengan sesama lansia. Melalui kegiatan ini, Layanan Lansia Terintegrasi Rasa Sayang berupaya mendorong para lansia tetap aktif, mandiri, dan menikmati masa tua dengan lebih bermakna.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MUM)

Medcom Nasional Lansia