Beragam barang ditawarkan para pedagang, mulai dari kurma, sajadah, parfum, hingga aneka cendera mata khas Timur Tengah. Namun di antara berbagai pilihan tersebut, perhiasan imitasi atau emas duplikat menjadi salah satu produk yang paling diminati oleh jemaah Indonesia. Lapak-lapak yang menjual aksesori ini tampak dipadati pembeli yang mencari buah tangan dengan harga terjangkau.
Selain memiliki desain khas Timur Tengah yang menarik, perhiasan imitasi juga dianggap praktis untuk dijadikan hadiah bagi banyak anggota keluarga. Modelnya yang beragam, mulai dari kalung, gelang hingga cincin, membuat barang ini menjadi pilihan favorit untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan dari Tanah Suci.
Tradisi membawa oleh-oleh telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan haji masyarakat Indonesia. Lebih dari sekadar buah tangan, setiap barang yang dibawa pulang menyimpan cerita dan kenangan tentang perjalanan spiritual yang penuh makna, sekaligus menjadi simbol kebahagiaan setelah menunaikan rukun Islam kelima. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)