Beragam pertunjukan seni dan aktivitas budaya ditampilkan, mulai dari barongsai, kolintang, hingga bazar UMKM dan kuliner. Pengunjung juga dapat menikmati museum terbuka yang menyajikan informasi mengenai akulturasi budaya Tionghoa dan Indonesia. Wahana pasar malam gratis serta dua panggung hiburan indoor dan outdoor menambah semarak suasana.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Ketua Panitia Imlek Nasional, Irene Umar, mengatakan tema “Harmoni Imlek Nusantara” diangkat untuk menegaskan pesan persatuan di tengah keberagaman, terlebih saat momentum Ramadan. Ia mencontohkan akulturasi kuliner seperti pempek yang disebut memiliki jejak perpaduan budaya Tionghoa dan Nusantara sebagai bagian dari kekayaan sejarah Indonesia.
Festival yang berlangsung pada 22 Februari hingga 1 Maret, mulai pukul 15.00 hingga 22.00 WIB ini terbuka untuk umum tanpa tiket masuk. Sejumlah pengunjung mengaku antusias karena dapat menikmati suasana Imlek sekaligus mengisi waktu ngabuburit menjelang berbuka puasa. Kehadiran festival ini pun menjadi ruang perayaan lintas budaya yang mempererat harmoni di tengah masyarakat. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)