Surabaya: Kreativitas dan semangat pemberdayaan menjadi kekuatan Tiara Handicraft, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kerajinan tekstil di kawasan Sidosermo, Surabaya, Jawa Timur. Usaha ini melibatkan penyandang disabilitas dalam proses produksi berbagai produk kerajinan, mulai dari tas, dompet, pakaian, bros, hingga aksesori berbahan tekstil.
Inovasi desain dan ketelitian para perajin menjadi bagian penting dalam menghasilkan produk yang mampu mengikuti tren serta memenuhi kebutuhan pasar. Dengan kualitas pengerjaan dan karakter desain yang unik, produk Tiara Handicraft telah menjangkau pasar internasional, termasuk Amerika Serikat dan Belanda. Dalam wawancara, pihak usaha menyebut Virginia dan Belanda sebagai wilayah tujuan pemasaran produknya.
Bagi para perajin, proses produksi juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan membangun kemandirian. Salah seorang perajin mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengalami kesulitan saat belajar membuat produk, tetapi terus berlatih hingga mampu menghasilkan karya. Sementara itu, tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas dalam dunia usaha antara lain pemasaran dan terbatasnya kesempatan yang diberikan oleh pihak lain.
Hingga kini, lebih dari 800 penyandang disabilitas disebut pernah menjadi bagian dari Tiara Handicraft. Usaha ini menunjukkan bahwa pemberdayaan melalui keterampilan dapat membuka peluang berkarya sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi. Karya para perajin disabilitas pun memiliki kesempatan bersaing di pasar yang lebih luas berkat kreativitas dan kualitas, bukan semata-mata karena rasa iba.
(MUM)