Tradisi Kurban Kerbau di Kudus, Warisan Toleransi Sunan Kudus

Medcom • 27 Mei 2026 13:36
Kudus: Kumandang takbir menggema di berbagai sudut Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, saat umat Islam menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Di tengah tradisi penyembelihan hewan kurban yang identik dengan sapi di berbagai daerah, masyarakat Kudus tetap mempertahankan tradisi unik, yakni memilih kerbau sebagai hewan kurban utama. Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun sejak masa dakwah Sunan Kudus pada abad ke-16.

Tradisi kurban kerbau berawal dari ajaran Sunan Kudus atau Syekh Ja’far Shodiq yang menyebarkan Islam dengan pendekatan penuh toleransi terhadap masyarakat Hindu pada masa itu. Karena sapi dianggap sebagai hewan yang dihormati umat Hindu, Sunan Kudus menganjurkan masyarakat untuk menyembelih kerbau sebagai bentuk penghormatan terhadap keyakinan warga setempat. Nilai toleransi tersebut terus dijaga hingga kini dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Kudus.

Menjelang Iduladha, permintaan kerbau di pasar hewan Kudus pun meningkat tajam. Para pedagang mengaku penjualan kerbau mengalami kenaikan signifikan dibanding hari biasa. Selain karena faktor tradisi, masyarakat juga menilai daging kerbau memiliki cita rasa khas dengan tekstur serat yang lebih padat dibanding daging sapi. Harga kerbau kurban tahun ini pun bervariasi, mulai dari puluhan juta rupiah tergantung ukuran dan kualitas hewan.

Meski sebagian masyarakat kini mulai menyembelih sapi sebagai hewan kurban, tradisi kurban kerbau tetap menjadi simbol warisan budaya dan nilai toleransi yang dijaga masyarakat Kudus. Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Iduladha, tetapi juga pengingat akan pentingnya menghormati keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News


(MUM)

Medcom Nasional