Warga terlihat menyisihkan lumut dan lumpur yang menutupi mata air agar aliran air tetap bersih dan lancar. Selain menjaga sumber air untuk kebutuhan minum dan irigasi, tradisi ini juga menjadi momen kebersamaan masyarakat desa. Dengan menggunakan alat tangkap tradisional, warga menangkap ikan yang muncul di aliran mata air selama proses pembersihan berlangsung.
Festival ikan ini tidak hanya menjadi warisan budaya turun-temurun, tetapi juga memiliki nilai penting dalam menjaga lingkungan. Warga berharap tradisi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya melestarikan sumber air di tengah ancaman kerusakan lingkungan dan perubahan iklim yang terus meningkat.
Berdasarkan laporan pemerintah setempat, lebih dari 500 danau di wilayah Jammu dan Kashmir mengalami degradasi akibat limbah dan perubahan iklim. Karena itu, masyarakat setempat terus menjaga tradisi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap alam sekaligus upaya mempertahankan warisan budaya yang telah diwariskan sejak zaman nenek moyang. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)