Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengembangkan empat kawasan ikonik menjadi kawasan tematik dengan daya tarik internasional. Blok M, Jakarta Selatan, direncanakan memiliki nuansa Jepang, Pasar Baru dikembangkan sebagai kawasan kuliner 24 jam dengan konsep yang terinspirasi dari Korea, Glodok tetap mempertahankan identitas Pecinan, sementara Kota Tua diarahkan menonjolkan nuansa Eropa. Rencana ini mendapat respons positif dari warga dan pedagang yang berharap penataan dapat meningkatkan daya tarik wisata sekaligus menggerakkan perekonomian.
Blok M selama ini menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat, terutama anak muda, untuk berkuliner, berkumpul, dan menikmati ruang publik. Para pedagang menilai konsep bernuansa Jepang berpotensi menarik lebih banyak pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara. Meski demikian, warga berharap pengembangan kawasan tidak hanya mengutamakan estetika, tetapi juga memperhatikan akses pejalan kaki, fasilitas ramah disabilitas, serta integrasi transportasi umum agar semakin nyaman dikunjungi berbagai kalangan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, pengembangan kawasan tematik akan mengacu pada konsep Transit Oriented Development (TOD), yang mengintegrasikan transportasi publik, ruang publik, dan kawasan komersial. Pemprov DKI juga menyatakan kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian, termasuk pembenahan fasilitas transportasi, pengendalian polusi, dan penanganan banjir. Sementara itu, pengamat tata kota Yayat Supriatna menilai keberadaan komunitas yang mendukung identitas kawasan menjadi faktor penting agar penataan tidak sekadar mengubah tampilan fisik, tetapi juga menghidupkan aktivitas di dalamnya.
Menurut Yayat, pengembangan kawasan tematik perlu didukung kegiatan wisata, seperti festival dan aktivitas budaya, agar dapat menjadi destinasi yang hidup. Identitas lokal, menurutnya, tetap dapat dipertahankan melalui keterlibatan komunitas yang telah memiliki kedekatan dengan kawasan tersebut. Penataan empat kawasan ikonik ini diharapkan dapat memperluas daya tarik wisata Jakarta, meningkatkan kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi bagi pelaku usaha setempat.
(MUM)