Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengategorikan virus ini sebagai penyakit zoonosis, yakni infeksi yang dapat berpindah dari hewan ke manusia dan juga menyebar antarmanusia. Reservoir alami virus Nipah adalah kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menjelaskan bahwa virus Nipah memiliki masa inkubasi yang cukup panjang, yakni rata-rata 4 hingga 21 hari, bahkan dapat melebihi rentang tersebut dalam kondisi tertentu. Hal ini membuat deteksi dini menjadi sulit.
Hingga saat ini, belum tersedia terapi antivirus khusus maupun vaksin untuk mencegah infeksi virus Nipah. Penanganan pasien masih bersifat suportif, dengan fokus pada perawatan intensif dan pengendalian komplikasi.
Karena belum ada vaksin, pencegahan menjadi langkah utama, mulai dari menghindari konsumsi nira kurma mentah dan buah berisiko, menjaga kebersihan saat menangani hewan sakit, menghindari kontak langsung dengan penderita tanpa pelindung, serta rutin mencuci tangan.
Dok. Pexels
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(rzs)