Tingginya angka belanja ini tidak lepas dari budaya gacha yang sudah mendarah daging di Jepang, mulai dari mesin fisik hingga ke ranah digital. Jika dibandingkan dengan pasar Indonesia, perbedaannya sangat kontras; Indonesia memang memiliki jumlah pemain yang besar, namun urusan spending masih jauh di bawah level "Sultan" para pemain Jepang. Pada akhirnya, keberhasilan finansial game terbaru Hypergryph ini lebih ditentukan oleh kualitas daya beli pemain daripada sekadar kuantitas jumlah unduhan.
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(rzs)