PM Hassan Diab Mundur Tak Hentikan Aksi Rakyat Lebanon

Medcom Internasional Ledakan Lebanon
Medcom • 11 Agustus 2020 16:02
Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Senin, (10/82020). Diab mundur setelah bencana ledakan pelabuhan Beirut yang memicu kemarahan publik yang berujung pada meluasnya protes anti-pemerintah.
 
Dalam pidato singkatnya di televisi Diab mengatakan bahwa dia mengambil langkah mundur, sehingga dapat berdiri bersama rakyat dan berjuang untuk perubahan.

"Hari ini kami mengikuti kehendak masyarakat yang menuntut tanggung jawab otoritas terkait terhadap bencana ini, (mereka) yang memilih untuk bersembunyi selama tujuh tahun, (dan kami akan mengikuti) keinginan mereka yang menuntut perubahan," kata PM Diab saat mengumumkan pengunduran dirinya.

Presiden Lebanon Michel Aoun menerima pengunduran diri pemerintahan Diab, tetapi ia memintanya untuk sementara ini menjadi pelaksana tugas sampai kabinet baru terbentuk, demikian isi pengumuman otoritas setempat sebagaimana disiarkan lewat televisi.

Pemerintahan Diab terbentuk pada Januari dan ia mendapat dukungan dari kelompok Hezbollah di Iran.

Pengunduran diri perdana menteri diterima oleh Presiden Lebanon Michel Aoun, yang meminta pemerintah saat ini untuk tetap dalam kapasitas sebagai pengurus sampai kabinet baru terbentuk.
 
Pengunduran diri dari Perdana Menteri (PM) Lebanon menambah panjang daftar menteri negara itu yang mundur akibat insiden ledakan di Beirut dan krisis ekonomi berkepanjangan. Sebelumnya sudah ada lima menteri yang lebih dulu meletakkan jabatannya. Meski PM Lebanon Hassan Diab telah mengumumkan pengunduran dirinya, demonstran tetap tidak puas terhadap pemerintah. Aksi protes terus dilakukan selama tiga hari berturut-turut. APTN

(ARV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai video ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif