Guru Sejarah di Paris Dipenggal Saat Diskusi

Medcom Internasional prancis
Medcom • 17 Oktober 2020 15:08
Seorang guru sejarah dipenggal di wilayah Paris, Prancis, pada Jumat, 16 Oktober petang waktu setempat. Pelaku pemenggalan telah berhasil ditembak mati oleh polisi. Korban disebut telah memperlihatkan kartun kontroversial Nabi Muhammad ke sejumlah muridnya sebelum kejadian. Serangan terjadi sekitar pukul 17.00 waktu Paris di dekat sebuah sekolah.
 
Unit anti-terorisme dari jajaran kepolisian Prancis tengah menginvestigasi kasus ini. "Ini adalah serangan teroris," kata Presiden Prancis Emmanuel Macron. "Korban dibunuh hanya karena mengajarkan kebebasan berekspresi," sambungnya.
 
Pelaku berpisau ditembak mati polisi yang berusaha menangkapnya usai pemenggalan. Pemenggalan dilakukan pelaku di sebuah area bernama Conflans-Sainte-Honorine. Usai beraksi, pelaku melarikan diri. Pengejaran dilakukan usai polisi mendapat informasi dari sejumlah saksi mata. Seruan polisi untuk menyerah diabaikan pelaku, sehingga tembakan pun terpaksa dilepaskan. Pelaku meninggal tak lama kemudian. APTN.

(ARV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai video ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif