Meski berbeda keyakinan, ia mengaku merasakan kedekatan spiritual yang unik karena sama-sama menjalani masa puasa—30 hari Ramadan dan 40 hari Pra-Paskah—yang membuat sekat perbedaan terasa lebur dalam semangat kebersamaan.
Baginya, toleransi tak perlu ditunjukkan lewat gestur besar, cukup dengan saling menghargai dan menyebarkan cinta tanpa memandang agama. Ia pun mendoakan agar puasa berjalan lancar, doa-doa dikabulkan, dan momen ini semakin mempererat persaudaraan lintas iman.
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(rzs)