Ariana Grande kembali dengan album ke-8 bertajuk Petal, yang menawarkan sisi berbeda dari dirinya. Kali ini, Ariana tampil lebih gelap, berani, dan lebih blak-blakan setelah era Eternal Sunshine.
Alih-alih menghadirkan musik yang meledak-ledak, kemarahan dalam Petal justru terasa lewat produksi yang dingin, vokal berlapis, tekstur elektronik, hingga lirik yang lebih sinis.
Petal memang bukan sebuah revolusi musik, tetapi menjadi tanda perubahan Ariana sebagai seorang artis. Ia tak lagi sekadar menjadi objek pop, melainkan mulai mengambil kendali atas cerita dan arah musiknya sendiri.
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(rzs)