Ketua Komite Festival Film Indonesia (FFI) 2024–2026, Ario Bayu, mengakui bahwa pihaknya belum memiliki aturan yang jelas mengenai teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Ia menjelaskan bahwa FFI saat ini belum menentukan batasan maupun regulasi terkait penggunaan AI di industri film.
Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh perkembangan teknologi AI di industri film Indonesia yang dinilai belum merata.
Ia menilai AI belum memberikan dampak signifikan bagi FFI saat ini. Oleh karena itu, ajang penghargaan tersebut masih berfokus pada pendekatan konvensional.
Meski begitu, Ario Bayu secara pribadi memandang AI sebagai faktor disrupsi yang berpotensi menjadi ancaman, sekaligus membawa dampak positif evolutif bagi ekosistem perfilman dan dunia kreatif secara keseluruhan.
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id
(rzs)