Di tengah ramainya kritik, termasuk dari sutradara Hanung Bramantyo yang menyinggung soal waktu rilisnya, film “Merah Putih: One For All” sempat dituding sebagai proyek yang digarap terburu-buru.
Namun, sang sutradara Endiarto menegaskan bahwa perilisan film bertepatan dengan Hari Kemerdekaan justru merupakan strategi yang sudah dipersiapkan matang sejak tahun lalu.
Endiarto mengungkap, ide film bertema kemerdekaan ini pertama kali muncul usai perayaan 17 Agustus 2024. Sejak itu, proses kreatif dan pengembangan naskah langsung berjalan hingga memasuki tahapan produksi.
Menurutnya, yang terlihat singkat hanyalah fase pascaproduksi, karena seluruh materi sebenarnya sudah dipersiapkan jauh sebelumnya dan tinggal dirangkai menjadi film utuh.
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(rzs)