Sutradara Endiarto akhirnya menanggapi isu dugaan pembajakan aset animasi dalam film terbarunya, Merah Putih: One for All. Ia menegaskan, penggunaan aset digital bukanlah hal terlarang, justru sudah menjadi praktik lumrah di dunia animasi.
Endiarto bahkan mencontohkan, film-film animasi Hollywood dengan anggaran fantastis pun kerap memakai aset serupa. Bedanya, setiap aset yang dipakai tetap melalui proses modifikasi dan penyesuaian.
Hal ini juga dilakukan tim Merah Putih: One for All, di mana setiap elemen visual diolah agar sesuai dengan karakter, konsep, dan nuansa cerita yang ingin ditampilkan. Dengan begitu, film ini tetap memiliki ciri khas dan keaslian tersendiri.
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(rzs)