Ia menilai tim produksi memiliki keberanian besar dalam mengeksplorasi genre fiksi ilmiah, terutama dengan mengangkat isu lingkungan yang krusial.
Menurut Riefky, Pelangi di Mars menjadi pelopor dalam penggunaan teknologi XR (Extended Reality). Langkah ini dianggap sebagai terobosan berani bagi industri perfilman Indonesia.
Ia meyakinkan para penonton, termasuk jajaran Kabinet Merah Putih, bahwa film ini mampu menghadirkan pengalaman visual yang berbeda.
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(rzs)