Lukman Sardi mengaku sempat khawatir saat pertama kali terlibat dalam film Kuasa Gelap (2024) karena mengangkat tema eksorsisme Katolik yang dinilai sensitif dan belum pernah diangkat di Indonesia. Ia ragu apakah film tersebut bisa diterima oleh masyarakat luas.
Namun, respons penonton justru positif dan memberi perspektif baru. Banyak yang merasa tidak hanya terhibur, tetapi juga mendapat wawasan tentang perbedaan dan kesamaan antar keyakinan, sehingga membuka ruang toleransi.
Pengalaman itu membuat Lukman melihat bahwa film ini membawa makna lebih dari sekadar hiburan. Ia berharap sekuel Kuasa Gelap: Perjanjian Darah bisa kembali menjadi karya yang menghibur sekaligus memberi nilai dan pelajaran bagi penonton.
Sumber Instagram @lukmansrd
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(rzs)