Beberapa pihak mulai menggunakan istilah “Timurnesia” untuk menyebut musik dari Indonesia Timur. Istilah ini sempat diusulkan sejumlah musisi dalam forum Peta Ekosistem Musik Indonesia Timur pada Februari 2026 yang turut dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, serta sejumlah pelaku industri musik.
Namun, muncul pertanyaan apakah “Timurnesia” bisa menjadi identitas yang membantu musik Timur lebih dikenal, atau justru menciptakan label baru yang membuatnya terkotak-kotak.
Pasalnya, musik dari Flores, Maluku, Papua, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara memiliki karakter dan tradisi yang berbeda. Karena itu, tantangannya bukan sekadar menciptakan istilah baru, tetapi memastikan “Timurnesia” menjadi pintu untuk mengenalkan keberagaman musik Timur, bukan membatasi kreativitasnya.
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(rzs)