Kinerja Menko Perekonomian dan Menkeu Dinilai Kurang Menggembirakan

Medcom Bisnis Evaluasi Kabinet Kerja
Medcom • 17 Oktober 2019 13:01
Kinerja Kemenko Perekonomian selama 5 tahun pemerintahan Presiden Jokowi dinilai kurang menggembirakan. Tugas Menko sebagai " manajer kesebelasan " dalam tim ekonomi tidak mampu mencapai target yang diterapkan.

Pertumbuhan ekonomi yang stagnan di level 5% selama 5 tahun terakhir menjadi penyebab buruknya kinerja menko perekonomian. Padahal di awal pemerintahnya, Presiden Jokowi memasang target ambisius pertumbuhan ekonomi hingga 7%.


Selama 5 tahun kepemimpinan Presiden Jokowi, posisi Menko Perekonomian sekali mengalami pergantian. Sofyan Djalil sempat dipercaya menjadi Menko Perekonomian sebelum akhirnya di reshuffle pada Agustus 2015 dan digantikan Darmin Nasution.

Ekonom CORE Indonesia, Piter Abdullah menilai, Menko Perekonomian harusnya bisa menggerakkan timnya agar kinerja perekonomian sesuai yang diharapkan. Namun, bersama dengan Menkeu yang dianggap sebagai " kapten " dalam tim ekonomi juga tidak mampu berbuat banyak.

Piter juga menilai, posisi Menkeu selama 5 tahun terakhir juga tidak cemerlang. Meski mampu menjaga fiskal, namun Menkeu tidak banyak melakukan trobosan yang berdampak pada perekonomian. Piter berharap posisi Menkeu diisi oleh orang yang berani mengambil kebijakan demi menstimulus perekonomian. Menurutnya, Menkeu harus melakukan pelonggaran pajak dan juga meningkatkan belanja demi menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Antara Foto (Fanny Octavianus/ Wahyu Putro A/ M Agung Rajasa), Pius Erlangga
(ARV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai video ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif