Harga Saham Terlalu Mahal, BBCA Pertimbangkan Stock Split?

Medcom Bisnis stock split saham
Medcom • 29 Oktober 2019 09:26
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mempertimbangkan untuk melakukan stock spilt atau pemecahan nilai saham lantaran harga sahamnya dianggap terlalu mahal. Pertimbangan stock split kemungkinan akan dilakukan pada tahun depan.
 
Namun, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menjelaskan wacana stock split tahun depan bisa terealisasi tapi bisa juga tidak. Karena hal tersebut masih dalam pertimbangan.

Saat ini, harga saham BCA Rp31.025 per lembar (perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan Senin, 28 Oktober 2019). Menurut Jahja, harga tersebut masih relatif murah ketimbang harga unit saham pada emiten-emiten global.
 
Bagi Jahja, selama harga saham BCA masih naik dan melonjak, maka belum waktunya bagi BCA untuk melakukan stock split. Sementara bila suatu saat harga saham BCA bergerak datar atau flat dalam jangka waktu lama, maka dimungkinkan bagi BCA untuk melakukan stock split.

Antara: Akbar Nugroho Gumay, Indrianto Eko Suwarso, Andika Wahyu, Aprillio Akbar, Sigid Kurniawan, Eko, Puspa Perwitasari, Dhemas Reviyanto, Citro Atmoko/ MI: Immanuel Antonius
(ARV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai video ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif