For Revenge adalah tempat banyak orang berdamai dengan kekalahan. Lirik-liriknya seperti potongan diary yang dibacain keras-keras di tengah keramaian. Tapi itulah cara merayakan kepedihan bagi For Revenge. Kepedihan bukan sesuatu yang harus disangkal, tak ada jalan selain menerimanya dan kemudian bangkit melanjutkan hidup.
Dalam wawancara eksklusif ini For Revenge membagikan kisah bagaimana mereka terbentuk dari dendam dan air mata. Bukan bermaksud berlarut-larut dalam kekelaman, tetapi justru untuk menjadi jujur pada diri sendiri.
Simak cerita penuh liku For Revenge melewati pasang-surut selama 19 tahun. Dari tampil ditonton sepuluh orang sampai akhirnya menjadi band yang memegang komando anthem patah hati nasional.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(rzs)