Ekonom: Perdebatan Tidak Penting, Semua Kembali ke Presiden

Prime Talk reshuffle kabinet
MetroTV • 01 Juli 2020 02:10
Kemarahan Presiden Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipublikasikan melalui video lewat akun YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu (28/6/2020) lalu mengundang beragam spekulasi.

Dalam video tersebut, Presiden Jokowi dengan nada tinggi menegur para menteri yang masih bersikap biasa saja pada masa krisis akibat pandemi COVID-19. Ia kembali mengingatkan para menteri bahwa mereka harus bekerja ekstrakeras di masa krisis ini. Kepala Negara lantas menyampaikan ancaman  reshuffle bagi menterinya yang masih bekerja biasa-biasa saja.

Terkait ancaman reshuffle kabinet, Ekonom Senior Indef Enny Sri Hartati menilai kita berada di kondisi Extraordinary. Bukan lagi waktunya untuk perdebatan, semua itu dikembalikan lagi ke presiden Jokowi karena yang mempunyai hak prerogatif adalah presiden. Menurutnya para menteri yang tidak bisa bekerja segera dicari gantinya untuk benar-benar menjalankan tugasnya. 

Anggota komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun pun menyetujui pendapat Enny Sri Hartati. Ia mengatakan yang terpenting saat ini apa yang menjadi visi misinya Presiden Jokowi itu dilakukan oleh para menterinya sebagai pembantu presiden. Teguran yang disampaikan Jokowi dijadikan energi positif untuk bekerja lebih keras untuk rakyat serta bergotong-royong bersama-sama menyelesaikan semua tanggung jawab di kementeriannya atau lembaga masing-masing.
Courtesy: Metro TV 
(ARV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai video ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif