Serapan Anggaran Rendah, Begini Penjelasan Stafsus Menteri Keuangan

Prime Talk reshuffle kabinet
MetroTV • 01 Juli 2020 02:10
Presiden Joko Widodo mengungkapkan kekesalannya dengan kinerja kabinet yang menganggap krisis akibat pandemi COVID-19 hal yang normal. Kekesalan itu disampaikan dalam video di akun YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu (28/6/2020) lalu.

Jokowi menilai para menterinya tidak memiliki sense of crisis. Ia menganggap kinerja menteri bias-biasa saja. Bahkan kinerja kabinet tidak ada kemajuan yang signifikan dalam penanggulangan krisis akibat pandemi COVID-19.

Jokowi mencontohkan hal itu dengan menyampaikan banyaknya anggaran yang belum dicairkan. Ia menyebutkan, anggaran kesehatan yang sudah dianggarkan sekitar Rp 75 triliun baru cair sebesar 1,53 persen. Kemudian, penyaluran bantuan sosial untuk rakyat serta stimulus ekonomi bagi dunia usaha juga belum optimal.

Terkait hal itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan penyerapan anggaran untuk bidang kesehatan dalam rangka pemulihan akibat pandemi COVID-19 baru mencapai 4,68 persen dari total alokasi sebesar Rp87,55 triliun.

“Hari ini kami bisa memberikan update mengenai proses pemulihan ekonomi nasional untuk kesehatan telah mencapai 4,68 persen,” katanya dalam RDP bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (29/6/2020).

Namun angka tersebut dinilai masih kecil. Lalu apa tanggapan dari Stafsus Menteri Keuangan? simak video berikut ini!

(ARV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai video ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif