40 Malam Sintren Memanggil Hujan

Medcom Nasional kemarau dan kekeringan
Kuntoro Tayubi • 22 Oktober 2019 22:49
Warga Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggelar tradisi Tarian Sintren. Warga berharap hujan segera tiba, agar agar dampak kekeringan akibat kemarau panjang yang melanda hingga lebih dari 6 bulan segera teratasi.

Tari Sintren atau tarian ritual ini diadakan dalam upacara adat selama 40 malam berturut-turut. tarian sintren diperankan seorang gadis yang masih suci (perawan), dibantu oleh pawang dengan diiringi musik. Gadis tersebut dimasukkan ke dalam kurungan ayam yang berselebung kain.

Ketika kurungan dibuka, sang gadis tersebut tiba tiba sudah berdandan cantik, lalu menari diiringi musik. Dalam menari, sintren juga ditemani para bodor yang jumlahnya 5 orang.

Tarian Sintren merupakan seni tradisi yang sudah berjalan sejak tahun 1945 an. Menurut mereka seni sintren cukup efektif untuk mewujudkan harapan turun hujan. Bisa dilakukan selama 21 hari atau 40 hari berturut.

Kekeringan yang melanda cukup lama ini membuat ribuan warga kesulitan air bersih. Bantuan air bersih memang ada, tapi karena banyaknya warga yang membutuhkan bantuan air bersih pun tak pernah cukup.

Warga Desa Wlahar cukup antusias menyaksikan gelaran seni sintren di tempatnya. Bagi mereka, Tari Sintren merupakan wujud pengharapan turun hujan. Bagi para penari, merupakan wujud kecintaan terhadap budaya dan tradisi agar tidak punah. 
(ARV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai video ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif