Pengemudi Getek Sungai Musi Terdampak Kabut Asap Karhutla

Ahmad Mumtaz Albika Musyarrif • 23 Oktober 2026 10:55
Palembang: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak pada perekonomian. Pengemudi getek di Sungai Musi mengaku mengalami penurunan pendapatan hingga 50 persen akibat berkurangnya jumlah penumpang.

Salah satu pengemudi getek, Junaidi, mengatakan jumlah penumpang menurun drastis selama kabut asap menyelimuti Palembang. Bahkan, ia mengaku pernah tidak mendapatkan penumpang sama sekali dalam sehari. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan terpaksa mencari pekerjaan tambahan, termasuk meminta bantuan kepada tetangga ketika tidak memperoleh penghasilan dari mengangkut penumpang.

Selain berdampak pada pendapatan, kabut asap juga mengganggu kesehatan para pengemudi yang tetap bekerja di Sungai Musi. Junaidi mengeluhkan sesak napas dan mata perih akibat paparan asap. Meski demikian, ia tetap berusaha bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ia berharap kabut asap segera menghilang agar aktivitas masyarakat kembali normal dan penghasilannya pulih.

Sementara itu, meski titik api di sejumlah wilayah Sumatera Selatan disebut mulai berkurang, kebakaran masih terpantau di beberapa daerah, termasuk Ogan Komering Ilir dan Banyuasin. Asap dari wilayah terdampak turut memengaruhi kondisi udara di Palembang. Masyarakat berharap karhutla segera teratasi sehingga kualitas udara membaik dan warga dapat kembali beraktivitas dengan aman.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MUM)

Medcom Nasional Kebakaran hutan Palembang