Jurnalis Metro TV, Andre Septian, yang sempat tergabung dalam rombongan delegasi Indonesia, melaporkan semangat para peserta tetap tinggi meski perjalanan mereka menghadapi berbagai tantangan, termasuk blokade dari Zionis Israel. Bendera dan atribut bertuliskan dukungan untuk Palestina tampak menghiasi kapal-kapal yang akan berlayar, memperlihatkan kuatnya solidaritas kemanusiaan lintas negara.
Sebelum keberangkatan, para relawan dan aktivis terlihat menyiapkan serta membungkus bantuan kemanusiaan yang akan dibawa ke Gaza. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga Palestina yang hingga kini masih menghadapi krisis kemanusiaan akibat konflik berkepanjangan. Selain membawa bantuan, misi ini juga bertujuan membuka perhatian dunia terhadap kondisi masyarakat Gaza.
Armada Global Sumud Flotilla yang terdiri dari 59 kapal resmi berlayar dari Pelabuhan Albatros, Marmaris, Turki, pada 14 Mei 2026. Lebih dari 500 aktivis internasional ikut dalam pelayaran yang disebut sebagai salah satu armada sipil kemanusiaan terbesar menuju Gaza. Kehadiran delegasi Indonesia dalam misi ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap perjuangan kemanusiaan bagi rakyat Palestina. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)