Dropbox E-Waste Hadir di Halte Pramuka, Ini Fungsinya

Medcom • 21 Mei 2026 12:54
Jakarta: Meningkatnya volume sampah elektronik atau e-waste di Jakarta menjadi tantangan baru bagi lingkungan perkotaan. Mulai dari telepon genggam rusak, baterai bekas, kabel pengisi daya, hingga perangkat elektronik kecil lainnya kerap dibuang bersama sampah rumah tangga biasa. Padahal, limbah elektronik mengandung bahan berbahaya yang memerlukan penanganan khusus agar tidak mencemari lingkungan.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta bekerja sama dengan PT Transportasi Jakarta menghadirkan fasilitas Dropbox e-waste di sejumlah halte TransJakarta. Salah satunya berada di Halte Flyover Pramuka. Fasilitas ini dirancang khusus untuk menampung sampah elektronik berukuran kecil atau kategori mikro dengan berat di bawah lima kilogram.

Masyarakat dapat membuang berbagai perangkat elektronik kecil seperti kabel rusak, baterai bekas, telepon genggam, hingga komponen sirkuit kecil secara aman dan ramah lingkungan. Sementara untuk sampah elektronik dalam jumlah besar, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta juga menyediakan layanan penjemputan gratis yang dapat diakses melalui registrasi daring di situs resmi mereka.

Kehadiran Dropbox e-waste ini diharapkan menjadi langkah awal membangun kebiasaan memilah sampah elektronik di tengah masyarakat. Berdasarkan data Global E-Waste Monitor, Indonesia menghasilkan sekitar 1,9 hingga 2 juta ton sampah elektronik setiap tahunnya. Karena itu, pengelolaan limbah elektronik secara tepat dinilai penting untuk menjaga lingkungan tetap sehat dan berkelanjutan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News


(MUM)

Medcom Nasional