Situasi ini dialami Galgotias University dalam ajang India AI Impact Summit pada 18 Februari lalu. Dalam acara tersebut, pihak kampus memamerkan robot anjing yang dipresentasikan oleh salah satu profesornya, Neha Singh. Ia menyebut robot bernama “Orion” itu dikembangkan di universitas mereka.
Namun setelah videonya beredar, warganet menduga robot tersebut adalah Unitree Go2, produk buatan Unitree Robotics asal China. Robot ini dikenal sebagai robot patroli canggih dengan kecepatan hingga 18 km/jam, kamera 360 derajat, pemetaan 3D, AI, hingga kemampuan backflip.
Polemik pun meluas di media sosial. Pihak universitas kemudian mengklarifikasi bahwa mereka tidak pernah mengklaim sebagai pembuat robot, melainkan hanya memamerkannya. Neha Singh juga menyebut kemungkinan terjadi kesalahpahaman atas ucapannya.
Meski begitu, karena pernyataan tersebut disampaikan oleh seorang profesor yang mewakili institusi, publik menilai klaim itu membawa nama kampus. Kasus ini terlanjur viral dan berujung pada tudingan plagiarisme, hingga akhirnya pihak universitas dikeluarkan dari ajang AI Impact Summit tersebut.
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(rzs)