Perusahaan menyebut salah satu faktor utama keputusan tersebut adalah menurunnya minat terhadap Fortnite, yang selama ini menjadi sumber pendapatan terbesar. Dalam pernyataan resminya, Epic Games mengungkapkan bahwa biaya operasional saat ini jauh lebih besar dibandingkan pendapatan yang dihasilkan.
Selain itu, penjualan perusahaan dilaporkan terus mengalami penurunan dari waktu ke waktu. Melalui langkah efisiensi ini, Epic Games menargetkan penghematan biaya hingga 500 juta dolar AS atau sekitar Rp8,5 triliun.
Menanggapi spekulasi yang beredar, Epic Games menegaskan bahwa keputusan PHK tidak berkaitan dengan penggunaan kecerdasan buatan (AI) sebagai pengganti tenaga kerja manusia.
Meski melakukan pengurangan karyawan, perusahaan memastikan seluruh pekerja yang terdampak akan menerima pesangon serta berbagai manfaat tambahan sesuai kebijakan yang berlaku.
Langkah ini mencerminkan tantangan yang tengah dihadapi industri gim global, di mana perusahaan dituntut untuk beradaptasi dengan perubahan tren dan menjaga keberlanjutan bisnis di tengah persaingan yang semakin ketat. Kalau menurut kalian gimana?
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(rzs)