Mengejutkannya, para peretas ini dikabarkan berhasil menyedot 10 juta Gigabyte (10 Petabyte) data secara bertahap selama enam bulan tanpa terdeteksi sama sekali, meskipun para ahli keamanan siber menilai metode peretasan yang mereka gunakan sebenarnya tidak terlalu canggih. Saat ini, kelompok FlamingChina dilaporkan sedang memperjualbelikan seluruh data rahasia tersebut di pasar gelap dengan harga mencapai ratusan ribu Dolar AS yang pembayarannya dituntut menggunakan aset kripto.
Kendati rumor kebobolan data besar-besaran ini telah menyebar luas dan memicu pertanyaan publik, hingga kini belum ada pernyataan atau klarifikasi resmi dari pihak pemerintah China. Para pakar juga masih terus memantau situasi karena belum ada bukti valid yang memastikan apakah data yang diklaim berhasil dicuri oleh peretas tersebut benar-benar asli.
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(rzs)