Respon WHO Soal Penularan COVID-19 Lewat Makanan

Medcom Internasional Virus Korona
Medcom • 14 Agustus 2020 16:59
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, tidak ada bukti virus korona menyebar melalui makanan atau kemasan, sehingga orang tidak perlu takut bahwa virus COVID-19 ini akan masuk ke rantai makanan. Food and Drug Adminstration (FDA) Amerika Serikat juga sudah mengeluarkan pernyataan bahwa tidak ada bukti orang bisa terkena COVID-19 dari makanan ataupun kemasan makanan.

Sebelumnya, dua kota di China menyatakan telah menemukan virus korona pada sayap ayam beku yang diimpor dari Brasil dan kemasan udang beku dari Ekuador. Temuan itu meningkatkan kekhawatiran bahwa pengiriman makanan yang terkontaminasi dapat menyebabkan wabah baru.

"Orang tidak boleh takut akan makanan, atau pengemasan makanan atau pemrosesan atau pengiriman makanan," kata kepala program darurat WHO Mike Ryan di Jenewa, seperti dikutip AFP, Jumat 14 Agustus 2020.
 
"Tidak ada bukti bahwa makanan atau rantai makanan ikut serta dalam penularan virus ini. Dan orang harus merasa nyaman dan aman,” jelasnya.

Sementara ahli epidemiologi WHO Maria Van Kerkhove mengatakan, “Tiongkok telah menguji ratusan ribu paket dan menemukan sangat, sangat sedikit, kurang dari 10 yang terbukti positif terkena virus”.

Terkait temuan jejak virus Corona di sayap ayam, Kementerian Pertanian Brasil sedang mencari tahu hal ini dari otoritas China. Pihak otoritas Shenzhen sudah melakukan pelacakan kepada orang-orang yang kontak dengan makanan tersebut untuk uji COVID-19. Hasilnya, negatif dari virus tersebut.

Dinas Kesehatan di Provinsi Shaanxi, juga telah melakukan pelacakan pada masyarakat di Xian terkait kemasan udang impor dengan jejak Corona. Hasilnya, tidak ada yang terinfeksi.

Meski belum ada bukti yang kuat seseorang bisa terinfeksi dari makanan beku, Kepala Laboratorium Mikrobiologi China National Center for Food Safety Risk Assessment, Li Fengqin mengatakan tidak boleh mengesampingkan adanya kemungkinan makanan beku terkontaminasi virus Corona. Hal ini ia sampaikan sebelum kasus ini menyeruak yakni pada Juni. APTN/AFP Foto.


(ARV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai video ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif