Menelusuri Jejak Pelaku Serangan di Nice

Medcom Internasional Emmanuel Macron Pembunuhan di Nice
Medcom • 30 Oktober 2020 18:19
Pelaku penyerangan di sebuah gereja di Kota Nice, Prancis, diidentifikasi sebagai Brahim Aouissaoui. Ia merupakan imigran asal Tunisia berusia 21 tahun. Otoritas Prancis mengatakan Aouissaoui tidak memiliki dokumen identitas ketika polisi menembak dan melukainya setelah serangan itu. Namun, ia membawa dokumen yang menyebutkan namanya dari Palang Merah Italia.

Jaksa di Sisilia mengkonfirmasi Aouissaoui tiba di Lampedusa pada 20 September lalu, seperti dilaporkan The Guardian, Jumat, 30 Oktober 2020.
 
Tingginya angka kedatangan migran dari Tunisia membuat prosedur repatriasi dari Italia seringkali tertunda. Sebaliknya, warga Tunisia sering diberi 'slip keluar' yang mengharuskan para migran meninggalkan Italia dalam waktu tujuh hari. Aouissaoui telah menerima perintah tersebut, namun seperti kebanyakan migran lainnya, ia melakukan perjalanan secara ilegal ke Prancis.
 
Jaksa Sisilia juga membenarkan Aouissaoui tidak memiliki dokumen dengannya dan mengatakan bahwa fotonya yang dirilis oleh polisi Prancis cocok dengan foto yang mereka punya.
 
"Hipotesis saat ini dan yang paling memungkinkan adalah dia melakukan perjaanan ke Lampedusa di atas kapal kecil," seru jaksa. APTN


(ARV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai video ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif