Tak Indahkan Lockdown, Pelanggar di Filipina Ditembak Mati

Medcom Internasional Virus Korona
Medcom • 07 April 2020 15:56
Penerapan lockdown di Filipina berlangsung sangat keras. Presiden Filipina, Rodrigo Duterte tegaskan setiap pelanggar akan ditembak mati. Perintah itu pun terbukti, seorang pria ditembak mati. Ini adalah kasus pertama yang dilaporkan oleh negara, saat warga sipil menolak mengikuti pembatasan. Pria itu ditembak mati setelah mengancam para pejabat desa dan polisi dengan sabit di pos pemeriksaan virus korona. Pria itu diyakini mabuk ketika ia mengancam para pejabat.

Sebelumnya, Presiden Rodrigo Duterte telah memperingatkan pada Rabu 1 April, bahwa ia akan perintahkan polisi dan militer. Hal ini terkait perintah untuk menembak siapa saja yang membuat masalah. Pulau utama Luzon di Filipina juga telah ditutup sejak 16 Maret dan melarang orang meninggalkan rumah mereka. Kecuali untuk perjalanan penting ke toko kelontong atau apotek atau jika mereka adalah pekerja kesehatan.
 
Saat ini, ada 3.660 warga Filipina terinfeksi virus korona. Dengan korban meninggal dilaporkan 163 jiwa dan 73 orang lainnya berhasil sembuh. AFP/Pexels.
(ARV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai video ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif