WNI Masih Menyumbangkan Dana ke Teroris

Medcom.id terorisme
Medcom • 24 Juli 2019 12:33
Polri terus mendalami aliran dana yang mengalir ke otak serangan terorisme Indonesia hingga Filipina, Saefulah alias Chaniago. Saefulah yang merupakan komandan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Asia Tenggara diketahui menerima dana Rp413.169.857 untuk menjalankan aksi.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo tak menampik masih ada warga negara Indonesia (WNI) yang ikut menyumbangkan dananya untuk operasi teroris di bawah komando Saefulah. Pada awal Mei lalu, Densus 88 Antiteror menangkap satu terduga teroris JAD Bekasi Amir yang merupakan salah satu donatur. 
 
Uang yang terkumpul diketahui dikirim melalui Western Union sejak Maret 2016 hingga September 2017. Uang digunakan Saefulah melancarkan teror di Sibolga, Sumatera Utara hingga Gereja Katolik di Filipina. Saefulah juga menggunakan dana itu untuk membeli senjata hingga membiayai anggota ke Khorasan, Afganistan. Polri telah berkoordinasi dengan kepolisian negara-negara sahabat mengejar Saefulah.
Antara: Irsan Mulyadi, Reno Esnir, Dhemas Reviyanto, Ariesanto/MI: Ramdani
(ARV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai video ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif