Dengan beralih ke 32GB, Microsoft mengklaim pengguna akan masuk ke dalam "No Worries Zone," di mana performa tetap stabil saat memainkan game AAA kelas berat, menjalankan modifikasi besar, hingga melakukan multitasking intensif.
Langkah Microsoft ini memicu perdebatan hangat di kalangan komunitas teknologi, terutama karena momentumnya dianggap kurang tepat di tengah krisis stok RAM global yang masih berlangsung. Banyak pihak merasa keberatan dengan lonjakan standar ini dan menuntut Microsoft serta para pengembang game untuk lebih fokus pada optimalisasi sistem dan efisiensi kode daripada sekadar menaikkan spesifikasi perangkat keras.
Meski teknologi AI dan kebutuhan visual game semakin rakus memori, para pengguna kini mempertanyakan apakah transisi ke 32GB ini merupakan kebutuhan teknis yang mendesak atau sekadar strategi pemasaran untuk mendorong penjualan perangkat baru di tengah situasi pasar yang sulit.
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(rzs)