Anya Zen mengaku paling deg-degan saat film yang dibintanginya tayang di Indonesia. Ia juga sempat khawatir ketika film tersebut diputar di Korea Selatan, terutama karena latar pesantren dan sosok kiai yang mungkin belum familiar bagi penonton setempat.
Film tersebut diputar di Rotterdam, Belanda, dalam program Harbor yang menampilkan film dengan isu sosial dan politik. Sementara di Korea Selatan, filmnya masuk program Be Extreme yang berfokus pada film-film ekstrem, seperti horor, thriller, dan aksi.
Meski sempat khawatir, film tersebut mendapat sambutan positif. Penayangannya di Belanda sebanyak tiga kali dan di Korea Selatan sebanyak empat kali seluruhnya sold out.
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id
(rzs)