Gimana jadinya kalau dua platform foto terbesar, Shutterstock sama Getty Images, gabung jadi satu?
Ternyata, rencana ini udah muncul sejak Januari 2025, dengan nilai kesepakatan sekitar 3,7 miliar dolar AS. Kalau dirupiahin, nilainya puluhan triliun! Tapi, proses merger ini ternyata nggak semulus yang dibayangin.
Awalnya, regulator di Amerika Serikat udah menyelesaikan peninjauannya tanpa syarat tambahan. Tapi, masalah muncul dari Inggris. Lembaga pengawas persaingan usaha di sana menilai penggabungan dua perusahaan ini bisa mengurangi persaingan, terutama di bisnis foto dan video editorial.
Akhirnya, merger ini boleh dilanjutkan, tapi ada syaratnya. Shutterstock harus menjual bisnis editorialnya ke pembeli yang disetujui regulator. Getty Images ternyata memilih buat nggak melanjutkan kesepakatan tersebut. Alhasil, pada Juli 2026, perjanjian merger mereka resmi berakhir.
Padahal, kalau kesepakatan ini berhasil, dua pemain besar di industri foto stok bakal berada di bawah satu perusahaan.
Terus, sekarang gimana? Pada 12 Oktober 2026, Getty Images justru mengumumkan rencana restrukturisasi keuangan, termasuk mengubah status kepemilikannya menjadi perusahaan privat. Prosesnya ditargetkan selesai akhir tahun ini.
Jadi, merger sama Shutterstock batal, tapi Getty Images masih punya pekerjaan rumah buat beresin kondisi keuangannya sendiri. Apalagi sekarang industri konten visual juga makin menantang, dengan hadirnya teknologi AI yang bisa menghasilkan gambar dalam hitungan detik.
Menurut kamu, ke depannya platform foto stok kayak Shutterstock dan Getty Images masih bakal punya tempat nggak di tengah perkembangan AI?
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id