Kehadiran mereka menyuguhkan penampilan yang sarat pesan politik secara terang-terangan.
Saat tampil di atas panggung, layar besar di belakang band menampilkan berbagai visual yang menyoroti isu kekerasan dan dugaan pelanggaran yang melibatkan pemerintah Amerika Serikat, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Salah satu momen yang paling ramai dibahas warganet adalah kemunculan tulisan “Last University Standing In Gaza”, disertai video yang memperlihatkan sebuah universitas hancur akibat ledakan.
Visual tersebut langsung menarik perhatian penonton dan menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial. Banyak yang menilai pesan yang disampaikan sangat jelas dan berani, mengingat Coachella merupakan salah satu festival musik terbesar di dunia.
Saat The Strokes membawakan lagu "Oblivius", suasana panggung semakin terasa intens. Latar visual yang ditampilkan berisi potongan-potongan isu sosial dan politik, mulai dari gerakan hak sipil, Black Lives Matter, hingga konflik di Gaza.
Tidak hanya itu, terdapat pula sindiran terhadap lembaga seperti CIA serta kritik terhadap kebijakan pemerintah Amerika Serikat secara umum. Isu kekerasan di sejumlah wilayah seperti Gaza dan Iran juga ikut disorot dalam rangkaian visual yang ditampilkan.
Dok. Instagram/thestrokes & coachella
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(rzs)