Agar otak tidak cepat mengalami burn out karena kurangnya asupan cairan, sebaiknya gunakan teknik Pomodoro, yaitu belajar selama 25 menit lalu istirahat selama 5 menit. Penting juga untuk mengatur lingkungan belajar dengan mencari tempat yang terang dan sejuk, serta menjauh dari tempat tidur agar tidak tergoda untuk bermalas-malasan. Kalau badan mulai terasa lemas, kamu tidak harus selalu membaca; cobalah metode audio dengan mendengarkan podcast edukasi atau rekaman materi sambil mengistirahatkan mata sejenak, asalkan tidak sampai tertidur lelap.
Saat sore hari menjelang berbuka atau waktu ngabuburit, kamu bisa beralih ke aktivitas yang lebih santai seperti merangkum materi atau mengerjakan tugas ringan. Strategi ini sangat efektif untuk mengalihkan rasa lapar sehingga waktu terasa berjalan lebih cepat sampai azan magrib berkumandang. Selain mengatur waktu, pastikan juga pola tidur terjaga dan asupan nutrisi saat sahur mencukupi, seperti protein dan serat, agar tubuh tetap bertenaga. Dengan menjaga suasana hati tetap senang dan memiliki niat yang kuat, produktivitas serta prestasi akan tetap berjalan lancar meski sedang berpuasa.
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(rzs)