Teman Gaya Bicara: Cerita Parfum

Medcom • 07 April 2026 20:01
Pemilihan parfum yang tepat sangat bergantung pada jenis konsentrat dan kebutuhan aktivitas harian seseorang. Eau de Parfum (EDP) memiliki konsentrasi aroma yang lebih tinggi, yaitu sekitar 15 hingga 20 persen, sehingga cenderung lebih kuat dan tahan lama meskipun digunakan untuk beraktivitas seharian. Sebaliknya, Eau de Toilette (EDT) memiliki konsentrasi yang lebih rendah, yakni sekitar 5 sampai 15 persen, yang membuatnya terasa lebih ringan dan mungkin memerlukan penyemprotan ulang (retouch) jika wanginya mulai menghilang. Penggunaan kedua jenis parfum ini bersifat kondisional, di mana pemilihan antara EDP atau EDT dapat disesuaikan dengan situasi dan jenis acara yang akan dihadiri.

Selain aspek ketahanan, aroma parfum juga berfungsi sebagai identitas diri dan pembentuk memori yang kuat karena secara psikologis aromanya terhubung dengan emosi serta perasaan. Pemilihan aroma harus disesuaikan dengan waktu dan kondisi cuaca; misalnya, aroma sitrus, teh, atau akuatik sangat direkomendasikan untuk siang hari karena memberikan kesan segar dan tidak menyebabkan rasa mual di tengah cuaca panas. Sementara itu, aroma yang lebih berat seperti kayu-kayuan (woody) atau oud lebih disarankan untuk momen formal di malam hari dan tidak direkomendasikan untuk penggunaan siang hari atau saat berolahraga. Saat ini, kualitas parfum lokal Indonesia juga telah meningkat pesat dan mampu bersaing dengan merek luar negeri dalam menciptakan berbagai varian aroma yang beragam.


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News


(rzs)

Medcom Hiburan Video Viral Parfum Aroma