Anggy Umbara mengungkapkan bahwa proses remake film ini tidak mudah dan memakan waktu hingga dua tahun. Selain melibatkan aktor Indonesia, produksi juga menggandeng influencer asal Korea Selatan. Ia juga menyoroti tantangan dalam menggarap konsep found footage, baik dari segi teknis, cerita, hingga proses editing.
Secara teknis, film ini cukup kompleks karena menggunakan lebih dari 20 kamera untuk menangkap berbagai sudut secara bersamaan. Setiap aktor bahkan bisa memakai 2–3 kamera, sehingga saat syuting terasa seperti memantau banyak layar CCTV sekaligus. Film diharapkan menghadirkan pengalaman horor yang lebih imersif dan berbeda bagi penonton.
Sumber Instagram @anggy_umbara
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(rzs)