Penjualan hewan kurban menurun drastis karena terdampak pandemi COVID-19. Di Jakarta, penjual mengurangi persediaan hewan kurban hingga 50% karena takut merugi.
Sementara itu di Pasar Singkil, Boyolali masih sepi pembeli hingga dua pekan jelang Iduladha. Padahal biasanya peningkatan transaksi terjadi sebulan sebelum Hari Raya Iduladha, dalam sehari bisa mencapai ratusan transaksi. Tapi kini hanya ada belasan transaksi dalam sehari.
Salah seorang pedagang sapi, Sumarno mengungkapkan pandemi COVID-19 sangat memengaruhi penjualan sapi kurban. Padahal harga sapi potong sudah turun hingga hampir Rp2 juta, kini hanya di kisaran Rp18 juta rupiah per ekor.
MUI telah mengeluarkan fatwa tentang salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban saat pandemi COVID-19. Beberapa hal yang tercantum di dalamnya yakni salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban hukumnya sunnah muakkadah.
MUI juga meminta pihak yang terlibat penyembelihan saling jaga jarak dan mengurangi kerumunan. Pelaksanaan penyembelihan pun harus menjaga jarak fisik, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun. Yang juga harus diperhatikan adalah pendistribusian daging kurban dilakukan dengan melaksanakan protokol kesehatan. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
dan follow Channel WhatsApp Medcom.id