Ekonomi Indonesia Masih Alami Turbulensi di 100 Hari Kabinet Jokowi

Medcom Bisnis 100 Hari Jokowi-Maruf
Medcom • 24 Januari 2020 16:19
Pada awal pelantikannya, pasangan Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin mengungkapkan ada beberapa hal yang akan diperbaiki dalam lima tahun ke depan. Program yang mendominasi bidang ekonomi itu meliputi pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, serta transformasi ekonomi.

Ekonom Universitas Indonesia Lana Soelistianingsih mengatakan selama tiga bulan ini belum ada menteri dari bidang ekonomi yang mengutarakan programnya secara gamblang. Dia melihat belum banyak program detail yang akan dilaksanakan kementerian tersebut seperti konsep pemberdayaan sumber daya manusia (SDM), industri, dan diplomasi perdagangan.

Dia menjelaskan bahwa melakukan program 100 hari tak mudah karena ada masalah komunikasi dari setiap kementerian. Apalagi kementerian belum memaparkan programnya dengan baik kepada publik.

Belum lagi tantangan ekonomi Indonesia tahun ini yang semakin berat. Kasus seperti Jiwasraya dan ASABRI juga mengemuka. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kata Lana, menjadi terhambat dalam membuat konsep matang pengelolaan perusahaan BUMN akibat dua kasus itu.

Direktur Riset Centre of Reform on Economic (CORE) Piter Abdullah menjelaskan bahwa pemerintah belum menciptakan program yang jelas untuk mengatasi turbulensi ekonomi pada tahun ini. Apalagi situasi pada 2020 lebih pelik karena pemerintah sudah dihadapi berbagai kasus kelas berat yang mengganggu kepercayaan terhadap investasi yang dialami perusahaan pelat merah seperti Jiwasraya, ASABRI, serta Garuda. 
(ARV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai video ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif