Slamet Tohari, meski menderita polio ia mampu menempuh pendidikan hingga S2. Bahkan kini Slamet menjadi seorang dosen di Universitas Brawijaya. Berkaca pada pengalamannya selama menempuh pendidikan, dimana Slamet merasakan kurangnya fasilitas khususnya di bidang pendidikan bagi para penyandang difabel. Kini ia memperjuangkan hak-hak bagi kaum difabel. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
dan follow Channel WhatsApp Medcom.id