Di masa reformasi, di era yang jamak disebut transisi menuju demokrasi ini, kita merasa boleh berbuat sekehendak kita. Di masa pemilihan kepala daerah (pilkada), sikap dan perbuatan berlebihan semakin kasatmata. Orang berlebihan mengejar kekuasaan, juga berlebihan membenci lawan. Kemajuan teknologi media sosial kemudian kita jadikan sarana untuk meluapkan syahwat berlebih dalam diri kita. Ketika di negara lain media sosial dikatakan memantik demokrasi, di sini ia menjadi sarana melampiaskan kebencian. Oleh karena itu, sudahilah pikiran, sikap, dan perbuatan berlebih-lebihan dalam pilkada. Sekali lagi, berlebih-lebihan itu tidak proporsional, tidak adil, zalim. Berlakulah adil sejak dalam pikiran. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
dan follow Channel WhatsApp Medcom.id